bermalamlah di sini periku
tak kah lorong hidupku berada pada ramalanmu?
garis tangan yang satukan pada satu janji bersama.
ku jadikan kau...
aku tak ingin bersekutu dengan lelaki keduamu.
dia cukup meludahiku empat kali, berkacak pinggang menantang aurora siang-siang..
setia di ambang pintu, menanti antrian maut di awal bulan juni, di pungkas musim semi..
semua kau toreh sebagai sabda neraka di ujung kerinduan yang berkarat.
aku merindu hadirmu malam ini.
HANYA AKU TAK ADA APA DAN SIAPA
Jumat, 29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar